Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alogaritma Alam


Adakah bunga di depan rumah kita yg tidak tumbuh jika setiap hari kita rawat? Kita sirami, kita pupuk dan kita letakkan di bawah terik matahari. Pastilah bunga kita tumbuh, hingga menyombongkan mahkotanya yg cantik.

Sama halnya dengan diri kita. Saat kita bayi, kita menginginkan banyak hal dengan menangis. Kita lapar menangis, kita haus menangis, kita sakit juga menangis. Perlahan kita mulai bisa menggumam, mengucapkan huruf vokal, mengucapkan satu dua kata dan sampai kita bisa berbicara. Mengenali benda-benda di sekitar kita. Kita juga memiliki perasaan senang, sedih, semangat, lelah dan banyak lagi emosi yg bisa kita alami.

Alogaritma dalam dunia elektronika pemograman merupakan satu bentuk tahapan dan pola program yg tertanam pada sebuah kecerdasan buatan. Mesin juga membutuhkan input kecerdasan dari kita sebagai pembuatnya. Secanggih apapun robot yg kita pernah lihat, semua itu bisa terjadi karena banyaknya input data yg diberikan.

Pola dan rule (aturan main) pada kehidupan ini tidak jauh berbeda. Neuron-neorun pada otak kita menyimpan alogaritma yg tidak bisa kita deteksi. Maka, sesungguhnya tidak ada satu masalah yg tidak bisa diselesaikan oleh manusia (kecuali takdir). Dalam tekanan apapun manusia pasti bangkit, pasti tetap bisa membuka mata untuk menatap satu demi satu masalah mereka. Orang-orang yg punya kebutuhan khusus saja tetap bisa hidup bagaimana dengan kita yg punya semua indra kita?.

Mari kita menjadi manusia cerdas dengan memanggil semua fungsi inputan kecerdasan yg telah tersedia dalam otak kita.

#Weekend refleksi kecerdasan